Cerpenku

Sebuah penyesalan menyelimuti hati sang jelita yang tumbuh dalam kesahajaan hidup. Sepenggal cerita pernah meneggelamkannya dalam kesan abu-abu.
Akhhhhh....andaikan waktu bisa diputar kembali...aku tak mungkin terjebak dalam gelapnya rasa bersalah ini....gumamnya sembari membereskan beberapa tugas rumah.
Sang surya yang menyinarinya menitipkan panas yang menggigitnya sehingga ia tersentak sadar....ini tak ada gunanya disesali...biarlah ini menjadi masa lalu...!!!
Langkah baru penuh semangat menguatkan kaki tuk melangkah. Senyumnya memelas dunia yang penuh dengan anggapan pesimis...
Geram hati tak tampak sebagai amarah....
Kebijakan mengubahnya menjadi tekad..oh...aku harus menjadi yang terbaik....hatinya tak berhenti berbicara. Waktu terasa begitu mahal ketika tangga demi tangga dilewati menuju puncak....
Kaki sempat merasa berat...mata selalu menoleh kebelakang....tapi puncak seakan terus memanggil untuk sebuah keberhasilan. Tajamnya kata yang menghujam hati....perih...keangkuhan yang merendahkan martabat...menguji kesabaran. Gigih tertantang hebat...
Tapi suatu hari...sebuah lorong sepi dilewati  oleh si jelita ini. bisik suci menggema memenuhi hati...dia terhanyut dalam keheningan...
Tapi itulah awal yang baik untuk kembali mengumpulkan kegigihanya yang telah pecah dihantam tantangan....puing2 itu kusatukan...aku kembali melangkah menemukan sebuah cahaya....ia terus mengucapkan kata motifasi untuk dirinya sendiri.
Keyakinan menguatkan hati...yang kini membawanya dengan mudah dalam cinta 
Dia si Jelita telah sampai...
Untuk memulai sesuatu yang baru

Komentar

Postingan Populer