Sang November
Tak pernah terbayangkan...denyut jantung kecil itu akan terhenti bahkan sebelum waktunya dia mekar menjadi raga yg sempurna. Ini adalah kisah sedihku...kisah sedih sbagai seorang ibu. Kurang lebih 2 bulan aku menantikan kehadirannya Juni dan Juli. Setiap bulan ini sya ttap mengechek apakah dia sdh ada atau belum. Dua kali tespack dgn hasil negatif sangatlah mengecewakan.
Puji Tuhan...akhir agustus sudah ada jawaban 2 garis merah. Ini sangat membahagiakan. Melihat 3 tespack,2 negatif dan 1 positif tentu mnjadi bukti paling lucu untukku. Dengan smngat pula minggu ke 5 dari perkiraan sesuai perhitungan HPHT saya chek ke bidan. Saking senangnya saya minta ditespack 2X dan hasilnya sama. Buku KIA dan obat2an pun saya terima.
Kabar bahagia ini sangat menghibur kami..Kakak kedua sangat senang...tiap hari dia mengatakan impian lucunya "nanti adek nona mama" hal ini sangat mmbuat saya bahagia. Rasa bahagia ini terus menyemangatiku sampai pada perhitungan minggu ke 15 saya tidak merasakan capainya jalan kaki yang jauh ke sekolah,kerjakan tugas ibu rumah tangga dengan senang hati.
Tanggal 12 November pagi sya rasa perut saya kosong.ini masih berlanjut saat tgl 13 November..bangun pagi sya masih merasakan hal sama..perut saya rata seperti tak ada isinya. Malamnya saya merasa perut kiri dan kanan bawah seperti tertusuk jarum. Lalu mules...saya berpikir mules ini karena salah makan. Hari itu saya tidak bisa tidur nyenyak...dan sempat emosi sama Pak Suami...kali itu rasanya menegangkan.
Pagi tanggal 14 saya ke labuan bajo untuk mengurus pemberkasan naik pangkat sekaligus pencairan Dana BOS karena saya bertugas sebagai bendahara BOS. Selama dalam perjalanan saya mabuk dan muntah. Sempat juga merasa sakit pinggang dan perut bagian bawah seperti ada gerakan dede bayi. Setelah pusing mereda saya merasa ingin buang air kecil. Setelah itu saya merasa ada cairan keluar dari vagina lalu saya beranikan diri raba dan lihat begini ada sedikit bercak darah. Perjalanan masih jauh dan saya dilanda kwatir. Kwatir terjadi apa2. Setelah keluar flek itu saya merasa kembali baikan. Teman seperjalananpun berkata "ini faktor kecapaian saja".
Tiba di labuan bajo..saya bersama teman2 antri di bank menunggu giliran pencairan uang. Sempat juga saya merasa sakit pinggang. Sesering mungkin saya ke kamar kecil untuk kencing dan mengecek flek darah yang keluar ttpi sdah berkurang. Saya sdah pnya tekad kuat setelah pencairan saya harus USG..saya harus berjumpa dengan anak saya..pertama kalinya. Kehamilan kali ini sangat kuat keinginan utk USG secepat mungkin.
Seharian menahan lapar...setelah pencairan kami makan lalu ditemani Mama Titan dan Alika saya ke dokter utk USG sekitar pkl 19.00 WIB.
Tibalah saatnya saya masuk ruangan dokter Agus. Dengan ramah dia menyapa kami yg membuat saya merasa diterima. Tidak begitu lama dokter menyuruh saya baring lalu dia mulai memeriksa.
"Enu ee...ini adeknya sekarang..ini kakinya (sambil menunjuk kursor di layar),ini tangan dan ini kepalanya. Mama Titanpun dipanggil "Enu mai de tite" ini cahaya menunjukan detak jantung janin...tapi ini samar2. Kalo janin masih aktif cahayanya tidak seperti ini. Jadi adek sdh tidak untuk kita lagi😭😭😭😭😭rasanya ingin menangis sekencang mungkin...dan saya menangis lalu dokter panggil duduk dihadapan meja kerjanya. Saya masih menangis lalu dokter tanya "apa ada mimpi sebelumnya Enu..?" Oh ya dok...saya mimpi spon yang kami pakai di gelar di luar ruangan tepatnya di sekolah tempat saya ngajar dan saya liat dibawahnya seperti ada kuburan kecil. "yah sudah itu petunjuknya.."😥😥
"Dok...kejadian ini baruasan atau bagaimana?"
"Ini sdah terjadi sekitar dua atau tiga hari yang lalu"😭😭😭😭😭😭ikhlaskan saja...usia adek sdh 12-13 minggu...
Ini kabar terburuk yang saya dengar selama menjadi Ibu. dokter hanya kasih rujukan. Dan malamnya saya beranikan untuk tetap ke rumah sakit siloam ditemani oleh keluraga juga Mama Titan yang mendampingi saya layaknya Ibu saya sendiri.
Hal yang paling saya takutkan saat itu adalah Suami marah. Saya menelpon dengan isak tangis...lalu dilanjutkan pembicaraanya oleh Enu Nasty. Isi chat lanjutan "Bapa Geff menguatkan saya..yang penting saya ttp kuat"
Sesampai di RS saya diswab,diambil darah..lalu pkl 00.20an baru masuk ruangan bersalin. 01.23 saya dikasih obat peransang. Setelah minum sempat mules. Tapi saya minta sama debay...beri saya waktu untuk istirahat dulu. Pkl 05.00 saya bangun dan berdoa...setelah itu saya merasa sakitnya hebat dan sering. Dalam hati tetap saya ajak dia bicara "Anakku...meski ragamu telah tiada tapi saya yakin rohmu disini...permudahkan semuanya karena mama masih punya tanggungjawab utk Bapa dan kakakmu Geff dan Gibran.
Tidak berapa lama bidan datang kontrol dan puji Tuhan debay keluar dengan sendirinya. Tetapi ari2 sulit dikeluarkan. Satu suntikan lagi saya rasakan di paha kanan. Mulut rahim yang tidak terbuka menyulitkan bidan untuk mengeluarkan ari2.
Sambil menunggu Suami datang saya dan nu Nasty ttp menelpon keluarga menyiapkan pakyan bayi (Om Ben dan Mama Ecin) lalu menelpon Opa Oma di Kampung,Kk Kristo di labuan bajo untuk mengurus pemakaman anak kami tercinta😭😭😭😭
Setelah urusan itu beres..saya ttp mengalami pendarahan ttpi puji Tuhan tidak ada pendarahan aktif. Karena paginya saya makan pkl 06.00 satu sendok maka saya harus puasa lagi menunggu jam kuret.
dr. Agus datang lagi dan menyampaikan kondisi terakhir anak kami ke Suami.tanpa banyak kata lagi kami hanya mendengar kata dokter dengan diam dan ikhlas.dokter bilang sblum kuret harus puasa dulu 6 jam setelah makan/minum terakhir agar tidak muntah selama proses kuret karena harus bius total. Hal itu harus dihindari karena jika saat bius pasien muntah maka itu akan berakibat fatal.
Sayapun didorong keruang operasi.sampai di dalam dr Edo yang menangani bius menyapa saya dengan ramah dan bertanya banyak tentang riwayat caesar dan alergi obat. Saya dipasang oksigen. Walaupun tidak nyaman tetapi harus dijalani. Karena ini demi keselamatan.
Sebelum dr Agus datang saya tanya ke beberapa perawat Pak kuretnya lama?tidak lama bu...nanti setelah dibius ibu rasa seperti mengantuk.
dr Aguspun datang menyapa saya dengan ramah,Enu...Ibu Guru siap sdah ee...kuret mau dimulai.dr Edopun menyuntik obat bius ke selang infus "bu berdoa banyak yah"😥😥ada kesedihan saat mau dibius..antara ya dan tidak...antara apakah saya akan sadar lagi atau tidak. Apalagi sebelum bius bagian belakang harus menggunakan penyangga. Tensi saya tidak stabil karena cemas.
Yang saya ingat terakhir...saya pusing dan lemah...tidak saya hitung waktunya berapa lama...dan saya terbangun..kaki saya diatur lurus lagi...ada ganjalan palstik di ujung tempat tidur....oh ternyata kesadaranku kembali...Trima kasih Yesus🙏🙏
Sambil menahan pusing..saya pejamkan mata...seorang perawat datang...bu di plastik ini ari2nya adek..nnti dibawa pulang n dikuburkan.mksh Pak...
Di ruang istirahat kami (aku n Bpnya anak2)menikmati waktu berdua...senja selalu menggoda dimana waktunya sama saat saya USG...air mata kembali berderai lagi...satu hal yg saya sadari...bahwa sya tidak pernah mau menyia-nyiakan kehidupan dalam rahimku. Dan anak ini sangat kami rindukan setelah usia kakaknya 4,8 bulan. Banyak teman yg mengatakan kenapa harus ke labuan bajo...tapi saya merasa ini sdh rencana Tuhan...dan anak saya mau ini semua terjadi di Sini...setiap sakit yg saya rasakan waktu dia belum lahir saya yakin dan berdoa...Semoga rohmu hadir dan menguatkan saya nak...ini semua harus terjadi disini..karenamu sya bisa mndapatkan pelayanan dokter,perawat dan semua karyawan di Siloam Hospytal yg sangat bagus dan ramah pasien.
Terlintas kesedihan dlm pikiran...mengingat tespack yg masih saya simpan..mengingat buku KIA yg sdh sya dapat...dan itu harus terhenti sebelum waktunya. Begitu banyak penguatan...Enu..ikhlaskan saja...ttpi saya tdk bisa menipu diri. Saya gagal dan jika Tuhan percayakan saya harus mulai dari awal lagi. Jujur kehamilan ke-3 ini bawaannya beda,tidak ada mual muntah,hanya pusing dan banyak tidur saja. Apakah ini sehat??? Saya masig ingat makanan yg saya inginkan saat dia masih di perut,sambal tomat,ikan kuah asam,daging kerbau,rujak mangga asam manis,advokat sudah Mama nikmati bersamamu dan roti asin malah saya dapat setelah dia keluar😭😭😭😭satu parfum yg suka saya nikmati wanginya akan saya simpan😭😭karena setelah debay pergi saya sdh tidak mau memakainya lagi.
Labuan Bajo,15 November 2022,anak kami lahir. Kucari nama Santonya "Albertus Magnus" apakah kamu laki-laki nak?? Kupilih Namamu "Alma Sang November". Bagiku ini nama yg indah untukmu. Kamu pemilik November yg akan kami doakan setiap tahunnya. Maafkan segala komunikasi batin mama yg salah selama kita bersama,maafkan segala keinginan yg belum sempat Mama layani. Kamu adalah penjaga rahimku,cintamu besar untuk saya.
Moment ini akan terus saya ingat...sesaat sebelum kamu diantar pulang ke Lewat...saya berbicara denganmu...hati sedih melihat sepasang mata yg sudah nampak,hidung dan mulutmu...tangan dan kakimu yg kami nantikan gerakan tinju dan tendangannya. Dan akhirnya langit membatasi itu semua.
Kamu malaikat kami Sang Nov...doakan agar ada penggantimu yg menghibur kami semua...aku sangat menghargai kehadiranmu...walau selama saya jalani komunikasi batin denganmu seperti tak terbalaskan dan aku hanya berpikir...ah anak ini pasti bakal terlahir jadi pribadi yg cuek. Selama kita bersama...saya selalu berdoa..memohon Kekuatan dari Yesus dan Bunda Maria...agar menguatkan kita berdua..dan memohon kekuatan untuk semua proses sampai proses persalinan...saat berdoa seperti ada suara hati "nanti proses lahirnya tidak sulit...tapi mungkin tidak sampai pada waktunya😥😥" keraguanku cuma ada 2...hamil anggur dan ektopik tapi ternyata Tuhan tidak membuatmu ada sesia-sia itu. Tangan kaki kecilmu dengan masih berselaput,kepalamu dengan mulut,hidung dan mata masih nampak dan diberikannya untuk Mama Papa tatap...oh anak kami benar-benar ada.
Terima kasih November untuk pelajaran berharga ini. Aku menulis ini tanggal 16 dan 17 November. Mulai menulis di kamar B9 Siloam Hospytal sampai di rumah Kae Kristo. Ini adalah pelempiasan segala isi hati..ungkapan rasaku untuk Sang darah yg pergi ke surga...ingin sekali membelimu pernak-pernik kecil tapi aku tak tau itu apa...aku masih ingat waktu diperut Mama sangat suka melihat cincin...semoga kelak Mama bisa beli untuk menggantikan wujudmu...agar itu akan menemani jari Mama.
Kamu anak yang hebat...mampu bertahan dalam perut selama 3 hari sampai harimu dilahirkan. Kamu menjadikan Mama mengalami kembali situasi di ruangan oprasi. Datang untuk urus naik pangkat dan bermalam di rumah sakit..itulah akhir kehadiranmu. Aku berdoa semoga akan ada cara yg engkau doakan untuk menmbuat kami bahagia. Semoga tiap Mama bersama senja tak ada lagi bulir air mata yang keluar mengingatmu...semoga yg ada hanyalah bait-bait doa. Malaikatku bernyanyilah di surga...aku yakin suaramu merdu...selama kita sama-sama Mama suka mendengar suara Amora Lemos,Bilqis,Tami Aulia,Nike Ardila dan Mita Talalahu...semoga suaramu Merdu bernyanyi bersama malaikat Tuhan.
ALMA SANG NOVEMBER
Labuan Bajo,15 November 2022💖💔😭😭
Setelah kepergianmu baru Mama pahami arti satu mimpi. Saya pulang dari Purek..dan saya ada bawa buah pepaya kecil dalam kantongan kecil. Tiba-tiba dalam perjalanan jatuh...saya mau balik ambil lagi tapi tiba-tiba Ende Sia (Mama dari Bapa) datang bawa lagi katanya "neka kole-kole musi...oo ho gi kantongan hot pa'u bo" jangan balik ke belakang lagi...ini saya bawakan kantongan yang jatuh tadi. Lalu kami berjalan dan dia masih ikut di belakang saya😥😥


Komentar
Posting Komentar